helikoptrek

Minggu, 12 Januari 2014

King of Highbury

        Thierry Daniel Henry atau yang biasa dipanggil Thierry Henry adalah seorang pesepakbola asal Perancis yang berposisi sebagai penyerang. Pemain yang lahir di Les Ulis, Essonne, Perancis pada tanggal 17 Agustus 1977 ini merupakan salah satu penyerang terbaik sepanjang masa untuk timnas Perancis.
        Henry memulai karirnya di level junior bersama CO Les Ulis pada tahun 1983. Dia sempat pindah klub beberapa kali yaitu ke USPalaiseau (1989), Viry-Chatillon (1990), Clairefontaine (1992) dan AS Monaco (1994). Pada tahun 1994, dia memulai debutnya di tim senior bersama AS Monaco. Hingga tahun 1999, Henry mencetak 20 gol dari 105 penampilannya sebagai pemain sayap bersama AS Monaco. Performa gemilangnya dilirik oleh Juventus yang akhirnya berhasil mendatangkannya pada tahun 1999.
       Pada awalnya, publik Turin sangat menyambut kedatangan pemain Perancis ini, namun ternyata ia tidak tampil sebaik yang diharapkan. Henry hanya mencetak 3 gol dari 16 penampilan bersama Juventus. Manajemen tim asal Turin tersebut kurang puas dengan penampilannya selama satu tahun itu yang berbuntut dijualnya Henry ke salah satu tim asal London, yaitu Arsenal.
        Manajer Arsenal saat itu, Arsene Wenger sangat jeli melihat bakat dari Thierry Henry. Wenger kembali menempatkan Henry sebagai penyerang. Sempat tidak bisa mencetak gol pada delapan laga awalnya, Henry akhirnya bisa menemukan ketajamannya dengan mencetak 26 gol pada musim 1999/2000. Saat itu Arsenal menempati posisi ke dua di liga Inggris dibelakang Manchester United.
        Di musim keduanya bersama Arsenal, Henry sukses menjadi pencetak gol terbanyak di musim itu. Namun kembali dia gagal mengantarkan tim kebanggaan London Utara itu untuk meraih titel liga Inggris. Saat itu Arsenal kembali menempati peringkat kedua dibelakang Manchester United.
     Musim 2001/2002 merupakan salah satu musim terbaik Henry. Dengan menjadi pencetak gol terbanyak dengan 32 gol, ia sukses membawa Arsenal meraih titel liga Inggris serta menjuarai Piala FA setelah mengalahkan Chelsea 2-0.
      Di musim selanjutnya, Henry sukses mencetak 42 gol. Namun, ia kalah dengan Ruud van Nisterlooy yang saat itu berhasil mencetak 43 gol selama satu musim. Meskipun tidak menjadi pencetak gol terbanyak liga Inggris, namun pada akhir musim ia berhasil mendapatkan penghargaan PFA Players’ Player of The Year dan Football Writer’s Ssociation Footballer of the Year. Di tahun 2003 ia juga berhasil mendapat pengakuan sebagai pemain terbaik dunia, yaitu dengan mendapatkan penghargaan FIFA Ballon D’Or.
        Pada tahun 2007, Henry akhirnya meninggalkan Arsenal dengan status pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 174 gol selama berseragam Arsenal. Ia mendapat julukan King of Highbury  oleh para fans Arsenal sebelum kepergiannya. Ia pun bergabung dengan raksasa Spanyol, yaitu Barcelona.
        Bersama tim yang bermarkas di Camp Nou tersebut, Henry berhasil meraih titel tertinggi di Eropa yaitu UEFA Champions League pada musim 2008/2009. Kombinasi Thierry Henry, Lionel Messi dan Samuel Eto’o berhasil mencetak total 100 gol dalam semusim. Di tahun 2009 juga, Henry berhasil membantu Barcelona meraih lima gelar yang belum pernah diraih, yaitu Supercopa de Espana, Piala Super UEFA, dan FIFA Club World Cup.
        Henry meninggalkan Spanyol pada tahun 2010 dan berlabuh di Amerika bersama salah satu klub Major League Soccer yaitu New York Red Bulls. Masa keemasannya tidak meredup bersama klub asal New York itu. Mencetak 41 gol dari 92 penampilan di usia yang sudah tidak muda lagi jelas tidak mudah, namun Henry berhasil membuktikannya sampai saat ini.













Fawwaz Naufal Azhar

@fawwazhar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar